Amanah Seorang Wanita

Amanah Seorang Wanita

Menjadi ibu merupakan fase kehidupan yang seolah menjadi kodrat dan tampak mudah dilakoni oleh semua wanita. Padahal ada banyak hal baru yang akan terjadi seiring dengan peran wajibnya ketika menjadi ibu. Itu semua tidak mudah karena sejak TK sampe jenjang-jenjang pendidikan selanjutnya tidak ada kurikulum yang menyertakan mata pelajaran "Pengetahuan untuk calon IBU", terlebih juga memang tidak ada sekolah khusus bagi kaum ibu.

Awal mula ketika Allah menganugrahkan buah cinta dalam kandungan, wanita dituntut untuk belajar menjadi calon ibu yang baik. Memikirkan apa yang harus dilakukan pada masa kehamilan, cara menjaga janin agar tetap sehat, lancar dalam persalinan, dll.

Saat si kecil sudah melihat dunia, si ibu dituntut untuk memiliki banyak kemampuan. Bisa dibilang si ibu harus bisa menjadi guru, dokter, psikolog, juru masak, ahli gizi, tukang jahit, teman, tanpa menghilangkan perannya sebagai ibu. Yah memang seperti itulah seharusnya seorang ibu,,,
menjadi guru terbaik untuk membaca kehidupan dunia yang baru dikenal bagi sang anak, walau tak jarang sang anak jadi siswa yang bandel,
menjadi dokter tersabar ketika anak sedang sakit, walau tak jarang sang anak jadi pasien yang rewel,
menjadi psikolog yang dengan setia mendengar keluh kesah, memastikan bahwa anaknya baik-baik saja
menjadi juru masak serba bisa, walau sang anak kadang tak menghargai hasil karyanya,
menjadi ahli gizi yang memastikan agar setiap suap yang masuk ke mulut sang anak bebas dari penyakit,
menjadi penjahit ketika kancing baju seragam sang anak lari entah kemana,
menjadi teman saat sang anak ingin bercerita dan berbagi,
dan yang terpenting adalah menjadi ibu, wanita hebat yang menjalani semua profesi itu dengan ikhlas, tanpa pamrih, tanpa imbalan sepeser pun dari sang anak.

Dari sana dapat dilihat bahwa seorang wanita memegang amanah yang sangat mulia, karena Allah memberinya kesempatan untuk menjalani banyak profesi sekaligus. Meski semua itu hanya dipelajari secara otodidak. Sebab memang tak ada ilmu pasti bagaimana menjalankan peran sebagai ibu. Lebih tepatnya ibu adalah pembelajar yang terus menerus belajar sepanjang hidupnya.

Catatan: nulis ini karena teringat mas pembimbing kerja praktek ku di PJB menyemangati kami seperti ini ketika kami suntuk dengan laporan  "Selamat berjuang para calon ibu,, semangat :)". Frasa "para calon ibu" bener-bener ajaib karena mampu menyadarkanku bahwa sejatinya memang itu amanah bagi kami para wanita. Semoga nantinya aku bisa menjadi ibu yang baik. Amiiiiiiiiiiiin :).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Berkomentarlah dengan bijak.